MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN KESEHATAN KERJA PADA PENYELENGGARAAN PROYEK KONSTRUKSI DALAM MASA PANDEMI COVID-19

  • Hikmah Maya Sari Universitas Tridharma

Abstract

ABSTRAK
Manajemen risiko Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu upaya mengelola risiko
K3 untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan secara komperhensif, terencana dan
terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik. Pandemi COVID-19 yang masih melanda sampai saat
ini juga menambah risiko pekerjaan konstruksi. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam
manajemen risiko K3 yaitu pertama :menentukan konteks, kedua: mengidentifikasi resiko yang
mungkin terjadi, ketiga: melakukan penilaian risiko, keempat; analisa risiko, kelima: mengevaluasi
tingkat risiko, keenam: pengendalian risiko, ketujuh: komunikasi dan konsultasi ke semua pihak , dan
langkah kedelapan: setelah semua berjalan harus dilakukan pemantauan dan tinjauan ulang Kembali.
Pada penelitian ini dilakukan manajemen risiko terhadap pekerjaan utilitas Proyek Pembangunan
Gedung X di Samarinda. Hasil menunjukkan bahwa tingkat risiko tertinggi (kategori unaccapable)
adalah pada penyebaran COVID-19 di antara para pekerja. Langkah pengendalian risiko yang
dilakukan dengan mengikuti dan menjalankan Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19
Berdasarkan Instruksi Menteri PUPR No. 02/IN/M/2020 tanggal 27 Maret 2020. Kategori risiko
tolerable dan acceptable dapat dilakukan pengendalian dengan cara pengawasan yang disiplin
terhadap kewajiban pekerja dalam menggunakan (Alat Pelindung Diri) APD, seperti helm, body
harness, sarung tangan dan selalu mengingatkan para pekerja agar bekerja dengan teliti dan hati-hati.
Keberhasilan proses penerapan manajemen risiko tentunya merupakan kerjasama dari semua pihak
yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.
Kata kunci: Manajemen Risiko K3, analisa risiko, tingkat risiko, protokol pencegahan dan
penyebaran COVID-19, pengendalian risiko
ABSTRACT
The risk management of Occupational Health and Safety (K3) is an effort to manage K3 risk
to prevent unwanted accidents in a comprehensive, planned and structured manner in a good system.
The COVID-19 pandemic, which continues to this day, also adds to the risk of construction work. The
steps that need to be taken in OHS risk management are first: determining the context, second:
identifying risks that may occur, third: conducting a risk assessment, fourth; risk analysis, fifth:
evaluating the level of risk, sixth: risk control, seventh: communication and consultation to all parties,
and the eighth step: after everything is running, monitoring and review must be carried out. In this
study, risk management was carried out on the utility work of the X Building Construction Project in
Samarinda. The results show that the highest level of risk (unaccapable category) is on the spread of
COVID-19 among workers. The risk control measures are carried out by following and implementing
the COVID-19 Spread Prevention Protocol. 02/IN/M/2020 dated 27 March 2020. Tolerable and
acceptable risk categories can be controlled by means of disciplined supervision of workers'
obligations to use PPE (Personal Protective Equipment), such as helmets, body harnesses, gloves and
always reminding workers to work carefully and carefully. The success of the risk management
implementation process is certainly the collaboration of all parties involved in the construction work.
Keywords: The risk management of K3, risk analysis, risk level, protocols for prevention and spread of
COVID-19, risk control.

Author Biography

Hikmah Maya Sari, Universitas Tridharma

Dosen Teknik Sipil , Fakultas Teknik

Published
2021-09-30